Rabu, 10 Oktober 2012

SP 3 ISOLASI SOSIAL


STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
ISOLASI SOSIAL

Masalah     :  ISOLASI SOSIAL
Pertemuan   : ke-3 (tiga), SP 3
Nama klien : Tn.Y
Tanggal : Rabu, 25 Juli 2012
Ruangan : puri nurani

I.       Proses Keperawatan
A.  Kondisi Klien
Klien mengatakan lebih senang sendir, Klien mengatakan malas mengobrol dengan teman-temanya. Klien terlihat menyendiri, Klien tidak berani manatap lawan bicara, klien tampak masih belum mau berkenalan dan berinteraksi dengan orang lain dan bicara klien terdengar lambat
1.      Diagnosa Keperawatan
Isolasi sosial

2.      Tujuan Khusus
-          Klien dapat memahami cara berkenalan dengan orang lain sesuai yang diajarkan perawat
-          Klien dapat memasukan ke dalam jadwal kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian
3.      Tindakan Keperawatan
-          Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien
-          Berikan kesempatan kepada pasien berkenalan dengan 2 orang atau lebih
-          Anjurkan pasien memasukan dalam jadwal kegiatan harian


A.    Proses Pelaksanaan
1.      Orientasi
a)      Salam Terapeutik
“Selamat pagi pak Yap,,  
b)      Evaluasi / Validasi
“Bagaimana perasaan bapak pada hari ini? Kegiatan harianya sudah dilakukan semua belum ? kemarin siapa saja yang sudah bapak ajak kenalan ?
c)      Kontrak
“Baiklah, ,sesuai dengan kontrak kita kemarin pagi ini rencananya kita akan lagi latihan lagi ya pak ? yaitu berkenalan dengan dua orang ya pak ? bapak mau latihanya dimana ? waktunya sekitar 5 menit ya pak ?
d)     Tujuan
“Tujuan kita latihan berkenalan dengan dua orang,ini sama seperti yang kemarin yaitu   agar bapak tambah lancar berkenalanya dan agar bapak mempunyai lebih banyak temen ya pak !.”

2.      Fase Kerja
-          “pak kita langsung saja ya,bapak mau berkenalan dengan siapa  ? atau bapak mau saya kenalkan dengan teman-teman bapak yang belum bapak kenal ?,,ok kalau begitu sekarang kita temui teman-teman bapak ! coba sekarang bapak praktekan lagi cara berkenalan yang sudah biasa bapak lakukan itu.ia bagus ,,jangan lupa Tanya alamatnya ya pak,,,! Ia bagus…ternyata bapak sudah lancar dan bisa berkenalan dengan baik.coba sekarang bapak berkenalan lagi dengan perawat dan bluder yang lain…! Ia bapak sudah pintar ,,nah sekarang bapak masukan kegiatan latihan ini kedalam jadwal kegiatan harian bapak ya ……
Terminasi
1.      Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaannya setelah tadi sudah berkenalan dengan teman-teman bapak dan dengan perawat atau bluder ?”
2.      Evaluasi Objektif
“Coba bapak sebutkan lagi nama dari teman-teman bapak,suster dan bluder yang sudah bapak ajak kenalan,,bagus pak dan jangan lupa ya pak jadwal kegiatan harianya di isi?”

3.      Tindak Lanjut
“Pertemuan kita kali ini saya rasa cukup, bapak nanti jangan lupa praktekan lagi ya cara berkenalan dengan orang lain yang belum bapak kenal.dan jangan lupa kegiatan harianya di isi ya pak…

4.      Kontrak Yang Akan Datang
“Baiklah pak, nanti siang saya akan kembali lagi untuk bertemu dengan bapak kita akan berbincang-bincang tentang kemampuan yang bapak miliki.bapak mau mengobrol dimana ? Kalau begitu saya permisi dulu ya”

SP 2 ISOLASI SOSIAL


STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAWATA (SP 2)

Masalah Utama                         : Isolasi Sosial
Nama                                        : Tn. Y
Pertemuan                                :Ke-2 ( dua ), SP 2
Tanggal                                    : selasa, 24 juli 2012
Ruangan                                  : Puri Nurani

A.      Proses Keperawatan
1.       Kondisi Klien
Klien mengatakan malas mengobrol dengan temannya, Klien mengatakan lebih senang sendiri, Klien mengatakan tidak suka keramaian. Klien terlihat menyendiri, Klien tidak suka dikenalkan dengan perawat lain dan kontak mata kurang

2.       Diagnosa Keperawatan
Isolasi sosial

3.       Tujuan
TUM             : klien dapat berinteraksi dengan orang lain
TUK              : klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap

4.       Rencana keperawatan
·        Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien
·        Memberikan kesempatan kepada pasien untuk mempraktekan cara berkenalan dengan satu orang
·        Menganjurkan pasien memasukan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian









B.      Strategi Komunikasi
1.       Fase Orientasi
a.       Salam terapeutik
Selamat siang pak  Yap kakap,...
b.      Evaluasi/ Validasi
Bagaimana perasaan bapak siang ini?
Selama saya tidak disini, apakah bapak sudah melakukan cara berkenalan yang baik? Bagus pak, jika bapak mau latihan cara berkenalan. Apakah bapak sudah memasukan ke jadwal kegiatan harian? Bagus sekali pak, sekarang saya mau lihat jadwal kegiatan harian bapak. Bagus sekali pak, bapak sudah mengisi jadwal kegiatan harian bapak.

c.       Kontrak (topik, waktu, tempat)
Pak Yap hari  ini kita akan berkenalan dengan satu orang, tetapi bapak yang berkenalan. Saya hanya melihat ya pak,...
Pak Yap, kita berbincang-bincang kurang lebih 10 menit ya pak,
Sesuai perjanjian kemarin, kita berbincang-bincang disini saja ya pak,..
Tujuannya agar bapak abi lebih pandai mengajak orang lain untuk berkenalan.

2.       Fase Kerja
Pak Yap,.... coba bapak praktekan cara berkenalan seperti yang saya ajarkan sebelumnya,
Saya mau lihat, sekarang bapak ajak salah satu teman bapak untuk berkenalan,
Bapak sekarang coba lakukan... “bagus sekali pak” bapak bisa melakukannya dengan baik.

3.       Fase Terminasi
a.       Evaluasi subjektif
Bagaimana perasaan bapak abi setelah mempraktekan cara berkenalan dengan satu orang?

b.      Evaluasi Objektif
Coba sekarang bapak ulangi bagaimana cara berkenalan??
“bagus sekali pak Yap..” bapak dapat melakukanya dengan baik

c.       Rencana tindak lanjut
Bapak nanti jangan lupa praktekan lagi ya cara berkenalan dengan teman yang lain, dan jangan lupa memesukan ke jadwal kegiatan harian bapak

d.      Kontrak yang akan datang
Pak Yap,... bagaimana kalau nanti kita berbincang-bincang lagi, kita akan latihan berkenalan dengan 2 orang atau lebih, apakah bapak bersedia? Kita berbincang-bincang dari jam 14.00-14.10 ya pak,
Nanti kita berbincang-bincangnya disini saja ya pak.

SP 1 ISOLASI SOSIAL


STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAWATAN SETIAP HARI
ISOS

Masalah utama : Isolasi social

Pertemuan : Ke-1, SP 1

Namaklien : Tn.  Y

Ruangan :Puri Nurani

Hari / tanggal :  Senin, 23 Juli 2012

A.    Proses Keperawatan

1.      Kondisi Klien
klien mengatakan malas bergaul dengan orang lain, Klien mengatakan orang lain tidak mau menerimanya, klien terlihat menyendiri dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain
2.      Diagnosa Keperawatan
Isolasi sosial
3.      Tujuan Khusus
-          Klien dapat membina hubungan saling percaya
-          Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri
-          Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan social dan kerugian tidak berhubungan sosial (menarik diri)
-          Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap
4.      Tindakan Keperawatan
-          Bina hubungan saling percaya
-          Identifikasi penyebab ISOS
-          Diskusikan dengan klien tentang keuntungan berinteraksi dan kerugian tidak berinteraksi
-          Ajarkan klien cara berkenalan denga orang lain
-          Anjurkan klien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang kedalam jadwal harian


B.     Proses Pelaksanaan

1.      Orientasi
a)      Salam Terapeutik
“Selamat pagi bapak, perkenalkan nama saya Ariska, yang akan berbincang-bincang dengan bapak hari ini. Kalau boleh tau nama bapak siapa, lebih senang dipanggil apa?”

b)      Evaluasi / Validasi
“Bagaimana perasaan bapak pada hari ini? Kegiatan apa saja yang sudah bapak lakukan pada hari ini?”

c)      Kontrak
“Baiklah, pada hari ini saya akan membantu bapak untuk menyelesaikan masalah bapak, nanti kita akan berbincang-bincang sebentar mengenai masalah bapak. Bagaimana apakah bapak mau? Tidak lama kok waktunya hanya 10 menit dari pukul 10:00-10:10 WIB, tempatnya didepan ruangan bapak saja ya, Bagaimana apakah bapak setuju?”

d)     Tujuan
“Tujuan kita berbincang-bincang yaitu agar kita bisa saling mengenal lebih dekat lagi serta mempermudah bapak berkenalan dan berbincang-bincang dengan orang lain.”

2.      Fase Kerja
-          “Baiklah pak, yang menyebabkan bapak berada disini karena apa?”
-          “Yang bapak rasakan selama dirumah sakit bagaimana?”
-          “Kok bapak sendirian saja, yang menyebabkan bapak tidak bergaul dengan yang lain kenapa?”
-          “bapak tahu, keuntungan berinteraksi dan kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain?”
-          “Keuntungan berinteraksi yaitu kita bisa mempunyai teman dan bisa saling tolong menolong, sedangkan kerugian tidak berinteraksi yaitu kita tidak akan mempunyai teman dan tidak akan ada yang akan menolong kita jika kita punya masalah nanti”
-          “Baiklah sekarang saya akan mengajarkan bapak cara berkenalan sekaligus berinteraksi dengan orang lain, nanti bapak berjabat tangan dengan saya kemudian sebutkan nama, hobi dan alamat bapak. Nanti ibu tanya balik kepadan saya, namanya siapa, hobinya apa dan alamatnya dimana. Kira-kira seperti itu, sekarang coba bapak sebutkan cara berkenalan seperti yang baru saya ajarkan tadi”
-          “Bagus pak, saya harap bapak dapat memasukkan kegiatan ini kedalam jadwal harian bapak”

C.     Terminasi
1.      Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah kita berbincang-bincang dan belajar cara berkenalan serta berinteraksi dengan orang lain?”

2.      Evaluasi Objektif
“Coba bapak ulangi kembali apa saja yang sudah kita lakukan tadi, yaitu pada cara berkenalan dan berinteraksi dengan orang lain?”

3.      Tindak Lanjut
“Pertemuan kita kali ini saya rasa cukup, saya harap bapak dapat berlatih cara berkenalan dan berinteraksi dengan teman bapak, dan jangan lupa memasukkan kegiatan ini kedalam jadwal harian bapak.”

4.      Kontrak Yang Akan Datang
“Baiklah pak, besok kita akan bertemu lagi untuk melihat jadwal kegiatan yang bapak buat pada hari ini serta berlatih mempraktekkan cara berkenalan dengan satu orang, waktunya 10 menit, dari jam 10:00-10:10 WIB tempatnya seperti sekarang saja, yaitu didepan ruangan bapak. Kalau begitu saya permisi dulu ya”

LP ISOLASI SOSIAL


LAPORAN PENDAHULUAN
ISOLASI SOSIAL

I.                   Masalah Utama

Isolasi sosial adalah suatu sikap dimana individu menghindari diri dari interaksi dengan orang lain. Individu merasa bahwa ia kehilangan hubungan akrab dan tak mempunyai kesempatan untuk membagi perasaan, pikiran,prestasi, atau kegagalan. Ia mempunyai kesulitan untuk berhubungan secara spontan dengan orang lain,yang dimanifestasikan dengan sikap memisahkan diri,dan tak sanggup membagi pengalaman dengan orang lain.( Balitbang, 2007).

Isolasi sosial adalah merupakan upaya menghindari suatu hubungan komunikasi dengan orang lain karena merasa kehilangan hubungan akrab dan tidak mempunyai kesempatan untuk berbagi rasa, pikiran,dan kegagalan. Klien mengalami kesulitan dalam berhubungan spontan dengan orang lain yang memanifestasikan dengan mengisolasi diri, tidak ada perhatian  dan tidak sanggup berbagi pengalaman.( Balitbang, 2007).

II.        Proses Terjadinya Masalah
A.    Faktor predisposisi
Terjadinya perilaku menarik diri adalah kegagalan perkembangan yg dapat mengakibatkan individu tidak percaya diri, tidak percaya orang lain, ragu, takut bersalah, putus asa terhadap hubungan dengan orang lain, menghindar dari orang lain, lebih menyukai berdiam diri sendirian, dan kegiatan sehari-hari hampir terabaikan.

B.     Faktor presipitasi
Gangguan hubungan pada individu karena pengalaman yang tidak menyenangkan dan biasanya terlihat dari perilaku yang seharusnya, seperti penampilan diri kurang dan rasa percaya diri kurang dari faktor sosial-kultural karena menurutnya stabilitas keluarga dan berpisah karena meninggal dan faktor psikologis seperti berpisah dengan orang dekat atau kegagalan orang lain untuk bergantung, merasa tidak berarti dalam keluarga sehingga menyebabkan klien berespon menghindari dengan menarik diri dari lingkungan. ( Stuart dan sunden, 1995).




C. Rentang Respon (Stuart dan Sunden 1995)
 


       Respon Adaptif                                                       Respon Maladaktif                                                                
Solitude                             Kesepian                     Manipulasi
Otonomi                            Menarikdiri                 Impulsif
Mutualitas                         Dependen                    Narkisisme
interdependen

D. Mekanisme koping

1.      Rasional
Suatu usaha mengatasi konflik pikiran dan impuls-impuls yang tidak menyenangkan dengan memberikan alasan yang rasional.
2.      Supresi
Menekan konflik, impuls-impuls yang tidak dapat diterima dengan secara sadar.
3.      Represi
Mekanisme tingkah laku yang apabila menghadapi konflik frustasi dia menarik diri dalam pergaulan dan lingkungan.

III . A. Pohon Masalah
Resiko gangguan perubahan sensori persepsi: halusinasi      
 
                                   
 Isolasi sosial
 

Harga diri rendah              Gangguan komunikasi verbal

B. Masalah keperawatan
DS :
·         Klien menceritakan perasaan kesepian atau ditolak orang lain
·         Klien merasa tidak aman berada dengan orang lain
·         Klien mengatakan hubungan yang tidak berarti dengan orang lain
·         Klien merasa bosan dan lambat menghabiskan waktu
·         Klien tidak dapat berkonsentrasi dan membuat keputusan
·         Klien tidak yakin dapat melangsungkan hidup
·         Klien mengatakan tidak sederajat dengan orang lain

DO :
·         Klien nampak menyendiri dan mengurung diri
·         Klien tidak memiliki teman dekat
·         Klien tidak berkomunikasi dengan orang lain
·         Klien tidak ada kontak mata
·         Klien tampak sedih
·         Klien tidak berinisiatif berhubungan dengan orang lain

IV . Diagnosa keperawatan
Isolasi sosial

V.  Rencana tindak lanjut
            Lampiran


VI. DAFTAR PUSTAKA
·         Townsend M. C, ( 1998). Diagnosa Keperawatan pada Keperawatan
Psikiatri.Jakarta : Pedoman untuk pembuatan rencana EGC
·         Stuart and sundeen. (1995). “Buku Saku Keperawatan kesehatan jiwa”,
Jakarta: penerbit buku kedokteran EGC